OVERVIEW PETROLEUM SYSTEM OF TALIABU-MANGOLE SYNRIFT IN SULA SUBBASIN

Fuad Ahmadin Nasution 1),Bayu Nugroho 1), Andi Krisyuniyanto 1), Andang Bachtiar 2)

1 GDA Consulting, Jl. Tebet Timur Dalam X No.2 Tebet-Jakarta Selatan, Telp 021-83792688, Fax, 021-83792687

2 Exploration Think Tank Indonesia (ETTI), Jl. Tebet Barat Dalam 2 No.2 Tebet-Jakarta Selatan, Telp 021-8356276

Abstract

 Taliabu-Mangole synrift is identified as synrift basin which was formed during Triassic-Jurassic. As same as common type basin in Indonesia, the basin is potential to deposit syn-rift sediment that potentially to generate hydrocarbon.  Gas seepages, oil odor and formation water (hotwater spring) as evidence which indicated that the hydrocarbon was mature and had been migrated.

Integrating of surface and subsurface data is method to define all element of petroleum system. Spot mapping along Taliabu-Mangole and Sulabesi islands was conducted to review element of petroleum system from outcrop. Seismic interpretation and evaluation of two well is conducted to gathering petroleum system information in subsurface.

Play type analysis interpreted that Buya Shale and Bobong Coal are potential to be source rock and mature. Study result indicated that the source rock is dominantly gas prone. Lateral and vertical migration is interpreted occurred and postulated to occurrence gas seepages and hotwater spring occurrence on the surface. Bobong sand is potential to be reservoir and fracture basement is possible to be secondary reservoir. Buya Shale is also interpreted as regional seal that covers eastern part of Taliabu and northern part of Mangole. Thrust anticline is identified as common structural trap which possible to accumulate hydrocarbon.

Abstrak

 Taliabu-Mangole synrift di identifikasi sebagai cekungan synrift yang terbentuk selama Trias-Yura. Seperti umumnya tipe cekungan di Indonesia, cekungan ini berpotensi mengendapkan endapan synrift yang potesial menghasilkan hidrokarbon. Rembesan gas, oil odor, dan air formasi (air panas) merupakan bukti yang menginidkasikan hidrokarbon telah matang dan bermigrasi.

Penggabungan antara data permukaan dengan data bawah permukaan merupakan metoda guna menentukan element dari sistem minyak bumi. Pemetaan titik-titik singkapan dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang elemen sistem minyak bumi melalui singkapan. Interpretasi seismik dan evaluasi dari dua sumur dilakukan untuk memperoleh gambaran sistem minyak bumi di bawah permukaan.

Analisa Play Type  menginterpretasikan bahwa Serpih Buya dan Batubara Bobong memiliki potensi untuk menjadi batuan induk. Hasil studi memeberikan indikasi bahwa batuan induk dominant menghasilkan gas. Migrasi secara vertical dan lateral di interpretasikan terjadi dan didasari keterdapatan rembesan gas dan mata air panas di permukaan. Hanya Batupasir Bobong yang berpotensi sebagai reservoar. Serpih buya juga di interpretasikan sebagai lapisan penudung regional yang menutupi bagian utara Taliabu-Mangole. Thrust Anticline di identifikasi sebagai cebakan struktur yang umumnya dijumpai yang kemungkinan diisi oleh hidrokarbon.

Scroll Up