Geoscience Journey South Sumatera – Lampung: Danau Ranau dan Jejak Binatang di Sungai Kisau

Setelah semua rombongan sarapan pagi, sekitar pukul 8 kami kumpul di depan lobby untuk menerima briefing pada perjalanan hari ke-2 di tanggal 24 September 2014 ini. Tujuan pertama yang akan kami kunjungi adalah Muaradua. Muaradua adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, dan sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Ditempat ini kami tidak berhenti lama, Pak Andang memberi sedikit penjelasan dari Mesozoic dan Early Tertiary rocks di Garba Mountain serta Perahu Anticline.

Setelah beberapa menit berhenti dan sedikit bediskusi di tempat ini rombongan langsung beranjak menuju lokasi berikutnya, Sungai Kisau. Lokasinya lumayan jauh dari jalan raya tempat kami menyimpan mobil yang mengharuskan kami menyusuri ladang sawah. Sesampainya di sungai kami disuguhkan oleh banyaknya kenampakan konglomerat. Di sungai tersebut, Pak Andang menunjukkan adanya satu bongkahan yang jatuh dari atas singkapan, dimana terdapat banyak burrow atau jejak binatang yang di interpretasikan ophiomorpha dan thalasinoites dengan mengindikasikan bahwa singkapan tersebut bukan singkapan lingkungan darat atau fluvial melainkan lingkungan marine (near shore).

Lumayan lama kami disana hingga waktu menunjukkan pukul 12 siang, bergegaslah kami untuk mencari tempat makan siang. Ditengah perjalanan menuju mobil, Bang Ahmad menyempatkan diri untuk membuka kelapa. Haha Bang Ahmad ini sakti mantraguna, tiba-tiba saja muncul sedang membukakan kelapa segar ditengah perjalanan kami menuju mobil. Alhasil kami mencicipi buanh tangan Bang Ahmad dengan seketika.

Sekitar pukul 12.30, kami tiba di rumah makan Ibu Sadar. Hampir 30 menit kami makan siang bersama dan kembali melanjutkan perjalanan ke Lemat/Benakat/Kikim Formation di Tebing Gading. Kemudian langsung dilanjutkan perjalanan menuju Danau Ranau. Sebuah Danau terbesar nomer dua di Sumatera, setelah Danau Toba. Namun ditengah perjalanan kami menuju Danau Ranau, mobil Innova kami mengalami satu masalah; dimana baut pengencang pada roda patah, sehingga mengharuskannya untuk membeli yang baru disekitar lokasi kejadian.

Baru sekitar pukul 18.30, kami sampai di Danau Ranau dengan melihat pemandangan sunset yang mulai terbenam di belakang Gunung Seminung. Gunung yang berposisi di barat laut dari Kota Liwa dengan jarak sekitar 25 km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *